Juara Dunia lima kali Brasil difavoritkan untuk menjadi juara bahkan sebelum turnamen ini dimulai, mungkin mereka benar benar memiliki kriteria sebagai pemenang. Kebugaran Neymar masih membuat cemas para fans, tapi sekalipun tanpanya, pasukan negeri samba harus bisa memulai awal yang baik saat menghadapi Swiss.

Brasil menderita kekalahan pahit di negara sendiri empat tahun yang lalu, menelan kekalahan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata kata, yaitu kalah 7-1 dari Jerman saat di babak semfinal, tapi ini dijadikan sebuah pelajaran untuk memperbaiki diri dan dalam jalan untuk menemukan pelatih tim nasional yang cocok.

Melihat performa tim ini sendiri di ajang Copa America Centenario, pelatih terdahulu sekaligus pemain yang pernah menajdi kapten tim, Carlos Dunga telah digantikan oleh Tite, Ia adalah seorang pelatih yang cukup disegani di Brasil. Pelatih yang mampu menangani dan memenangkan trofi unutk Corinthians. Saat Brasil yang ditangani Dunga fokus pada bertahan, Tite bermain lebih mengandalkan kreativitas serangan dan itu membawa kemenangan dengan hasil yang sangat mengejutkan. Tite terlihat menemukan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Saat penulisan artikel ini kita bisa mengatakan Tite telah membawa tim nya di 19 pertandingan, dengan 16 diantaranya mereka meraih kemenangan dan hanya kebobolan tiga gol dan mencetak 42 gol. Persentase kemenangannya mendekati di angka 79 %, dan dia dapat membuat permainan kerjasama tim yang menarik, yang mana dapat memperlihatakan hasil yang baik. Kehilangan pemain andalan Neymar, skuad Brasil tidak terlalu mengalami kesulitan saat membalas dendam atas Jerman di pertandingan persahabatan pada bulan maret lalu.

Kecuali jika sesuatu yang tidak dapat dijelaskan terjadi lagi, tapi itu sangat sulit karena sangat tidak mungkin melihat Swiss beradu kekuatan dengan Brasil. Bahkan dengan catatan bertahan mereka yang impresif selama babak kualifikasi, dimana pasukan Vladimir Petkovic mencatat delapan clean sheets dalam 12 pertandingan.

Petkovic telah menunggangi timnas Swiss sejak tahun 2014, menggantikan Ottmar Hitzfeld setelah Piala Dunia 2014. Pelatih yang dulunya gelandang Bosnia telah memperlihatkan kinerja yang baik, mengarahakan timnas untuk melewati babak grup di EURO 2016 tanpa terkalahakan dan hampir membuat kejutan untuk masuk ke perempatfinal di Prancis, saat kalah adu penalti melawan Polandia.

Swiss memiliki catatan yang cukup baik melawan Brasil dengan 2W-3D-3L dalam delapan pertemuan, tapi Brasil yang sekarang terlihat berbeda dengan Brasil sepuluh tahun yang lalu. Sangat sangat mengejutkan jika La Nati bisa meraih hasil baik disini, terutama kita melihat Brasil sangat fokus untuk memulai awal yang baik.

The Brazilians memulai awal yang baik di FIFA World Cup selama bertahun-tahun. Anda harus melihat jauh ke 40 tahun ke belakang untuk mengetahui kapan terakhir mereka kalah di pertandingan pembuka, bermain seri melawan Swedia di 1978. Sangat banyak penampilan buruk, seperti hanya menang tips melawan Korea utara 2-1 di tahun 2010 dan juga saat melawan Turki denga skor sama, 2-1, tapi mereka tidak mudah menyerah dalam pertandingan pembuka.

Rekomendasi Taruhan di

Brasil -1/1.5
Brasil Untuk Menang Nihil